Kemiskinan

Huhhh…Miskin ? Aku sangat membenci kata itu. Ingin sekali rasaanya mencabik cabik kataa itu. Kalau saja Presiden Jokowi mengangkatku menjadi Menteri Pendidikan. Maka pasti kuenyahkan kata ”Miskin” dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tapi hidup tidak bekerja seperti itu. Dengan hilangnya ”miskin” dari kamus tak mungkin juga angka kemiskinan di Indonesia menurun. Entah bagaimana definisi miskin yang sesungguhnya ? Di kampungku orang miskin memiliki motor yang bagus, mau beli pulsa di konter naik motor walaupun jaraknya cuma enam sampai sepuluh rumah…orang miskin disini juga memiliki smartphone android yang sering muncul di iklan TV.

Fenomena kemiskinan memang ga seheboh fenomena om telolet om belakangan ini. Dari situ dapat diketahui bahwa kebahagiaan bisa diperoleh dengan hal hal sederhana, tanpa uangpun manusia bisa bahagia. Ya Benar ? Kami memang negara yang bahagia. Lihat saja negeri Ginseng dan Negeri Sakura. Walaupun mereka negara maju tapi Angka bunuh diri disana tinggi. Apakah itu disebut negara Bahagia ?? Oh tentu tidak.

Dahulu tanah kelahiranku bernama Jawa Dwipa. Mahapatih Gajah Mada menyebut luar jawa sebagai Nusa Antara. Nusa (berarti pulau) Antara (berarti luar). Konon katanya hanya orang Jawa yang mendapat wahyu kedhaton untuk memimpin nusantara. Nusantara mencapai kejayaannya pada masa Prabu Hayam Wuruk (Maja Pahit). Semboyan kerajaan Majapahit yakni Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana dharma Mangrwa. Republik ini memang kelanjutan dari Majapahit. Masa masa gemilang tersebut kelak akan terjadi lagi (Insya Allah).

Bos IMF memprediksi, Indonesia menjadi negara maju Tahun 2030 , karena pada saat itu kebanyakan rakyatnya berusia muda. Bung Karno dalam biografinya Penyambung Lidah Rakyat berkata ”Seribu orangtua hanya dapat bermimpi, tetapi satu anak muda bisa mengubah dunia”. Kata kata yang keren dari Sang Bapak Bangsa, terjemahannya dalam bahasa inggris lebih terdengar keren lagi” A thousand of old man are just able to dream, but a young man is able to change the world.

Memang benar adanya nasib Bangsa ini tergantung para muda mudinya. Hitler pernah berkata.. ”Gross sein heissat massen bewegen konnen”. (Kebesaran adalah kemampuan untuk membuat masa melakukan gerakan). Apakah seorang tua bisa melakukan apa yang diucapkan Hitler tadi ? Oh tidak mungkin. Bagaimanapun hanya yang berjiwa muda yang bisa menggapainya. Mengambil ucapan Bung Karno lagi ”Beri aku 10 pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air dan aku akan mengguncang Dunia..!! Kami Bangsa Indonesia tidak merendahkan diri, dan tidak menengadah melainkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Aku berharap seribu bintang bintang dilangit suatu saat akan menyaksikan Indonesia menjadi negara yang MAJU, yang menjadi mercusuar bagi negara negara lain. Aamiin

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s