Penawar Segala Kesusahan Di Hati

Hidup ini memang ga semulus dan selancar jalan Slamet Riyadi Solo. Setiap perjalanan hidup kadang ada belokan tak terduga atau jalan yang curam di depan. Tikungan tajam dan jalan yang berlubang-lubang ibarat setiap ujian yang kita lalui. Tetapi janganlah khawatir..Yaa Tetapi janganlah khawatir…!! God Verlaat U Niet, Tuhan tak akan meninggalkan dirimu. Sesungguhnya Allah itu dekat, hanya mengingat Allah hatimu menjadi tenang.

Barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati. Ingatlah terjun di lantai 3 Solo Grand Mall bukanlah solusi dari masalahmu. Karena kamu tentu tak ingin mati sia-sia & menjadi headline di koran Solo Pos esok harinya. Ya kamu pasti lebih suka mati dengan elegan. Seperti halnya Jack yang berkorban demi menyelamatkan Rose di film Titanic. Bersabarlah karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, Fa inna maa l’usri yusraa. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. “Inna ma’a l’usri yusraa”.

Ada saatnya dalam hidupmu engkau hanya ingin sendiri saja bersama angin, melepaskan seluruh rahasia lalu meneteskan airmata, begitu kata Bung Karno. Barangkali kamu merasa hampa, kamu tak punya sesuatu untuk bersandar. Barangkali kamu merasa dirimu tak berharga. Tetapi kamu masih memiliki hati untuk dipegang. Ya benar, kata hatimu walaupun ga selalu kamu dengar tetapi ia sungguhlah berharga. Tentu masih ada secercecah harapan disudut hatimu yang terjauh. Karena sesesungguhnya esok adalah hari lain, demain est un autre jour. Masa depanmu bakalan cerah dan semuanya akan baik baik saja. Insya Allah…

Sesungguhnya penawar segala kegagalan, ketakutan , kehilangan, kekhawatiran dan kesusahan dalam hati adalah kematian. Ingatlah bahwa anda akan mati. Steve Jobs dalam biografinya mengatakan ”Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah alat terpenting yang pernah saya temukan untuk membantu mengambil keputusan besar dalam hidup. Sebab hampir segalanya segenap harapan eksternal, kesombongan, perasaan takut malu atau gagal, semua hal itu menjadi tidak relevan dihadapan kematian yang hanya menyisakan hal-hal yang sungguh penting. Mengingat bahwa anda akan mati adalah cara terbaik yang saya ketahui untuk menghindari perangkap berupa ketakutan akan kehilangan sesuatu. Anda sudah telanjang, tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati anda.

Jadi bila kita ingat mati ? Kita tidak akan terlalu sedih bila gagal, tidak terlalu galau bila kehilangan sesuatu. Karena apapun yang kita miliki di dunia ini akan menghilang kecuali ilmu pengetahuan. Yang bisa kita bawa kelak hanyalah amal perbuatan. Semua hal yang kamu inginkan sebenarnya sudah ada di dalam hatimu. Life is too short, enjoy while you can. Nikmatilah harimu, jalani hidup ini dengan segala kondisinya. Sampai Sang Pemilik Raga memanggilmu. ”Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai, lalu masuklah ke dalam jemaah hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surgaKu”.

Referensi :

1. Al-Qur’an (Qs Al Insyiroh, Qs Al Kahfi, Qs Ar Ra’du, QS Al Fajr)

2. Al Hadits

3. Steve Jobs by Walter Isaacson

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s