Pengalaman Memelihara Ikan Koi

Berawal dari membaca Majalah Asri aku jadi punya kolam koi dan aku juga menjadi suka beraneka tanaman. Ya Majalah Asri merupakan majalah arsitektur, pertamanan. Rumah selain tempat beristirahat baiknya juga dijadikan tempat untuk refreshing melepaskan penat. Dengan adanya kolam ikan berserta taman akan menambah nilai positif. Oksigen dari tanaman selain menyegarkan udara tentu bisa menyehatkan paru paru kita, gerak lincah ikan koi serta ekor gemulainya menjadi hiburan tersendiri. Barangkali kata orang Cina Fengshuinya biar lebih bagus juga.

Ikan koi kudapat dari Pasar Depok Solo, aku borong ukuran 20cm seharga 15ribu. Harus sabar muter muter dan nawar deh, soalnya tiap pedagang mematok harganya berbeda-beda. Alhamdulillah kalau bisa dapet ikan bagus dan harga ramah. Pulangnya dari depok mampir ke toko bunga deket Pasar Nongko. Ya sekali lagi berkat majalah aku jadi hafal nama tanaman. Ga cuman menyukai wanita, aku juga menyukai segala bentuk keindahan. Sekarang rumahku mirip balekambang dan ada kodoknya juga entah ia datang dari bumi mana. Tiap malam hari mereka bernyanyi dengan riang. Wkwkwkwk..Oh iya belakangan aku denger Pak Jokowi memelihara kodok jenis Bullfrog di Istana Bogor. Kolam disana pasti sangat indah dan damai. Sesuai dengan nama asli istana Bogor ”Buitenzorg” yang berarti ”Tanpa Kekhawatiran”. Andaikan kodoknya Pak Jokowi bersaing dengan kodokku di pentas Indonesian Idol ? Siapakah gerangan yang jadi juaranya ?? Ah sudahlah.. Rasah dipikir dudu bangsane.

Kolam milik kami ada dua, yang pertama berukuran 1,2 m x 1,2 m dengan kedalaman kira kira 80cm. Satunya lagi berukuran 70cm x 70 cm x 60cm yang digunakan untuk bak filter. Air dari kolam koi dialirkan lewat pipa menuju kolam filter. Sebagai penyaringan bak filter diisi ijuk dan bioball dibawahnya. Bak filter ditutup seng dan diatasnya ditaruh berbagai pot bunga. Sistem aerasi memakai pancuran air output dari bak filter dan aerator dari dikolam 1. Dahulu sebelum ada bak filter ikan setiap hari berguguran dan berakhir dipenggorengan.

Memelihara ikan itu inti sebenarnya adalah menyehatkan airnya dulu. Yang kita rawat adalah media tempat hidup ikan tersebut. Bila air kotor maka ikan menjadi tidak sehat. Bermunculan juga penyakit pada ikan koi salah satunya jamur dan kutu ikan. Ada dua jenis kutu yang menyerang. Kutu jarum dan kutu ikan argulus. Kutu jarum bentuknya mirip jarum yang menancap ditubuh ikan, ikan yang terserang tubuhnya bengkak kemerahan. Sementara Kutu ikan argulus besarnya kurang dari 1cm bentuknya agak bulat transparan seperti jelly. Kutu ikan bila sudah menempel di tubuh koi bisa membuat koi sekarat dan akhirnya mati. Sejauh ini hanya ikan koki dan komet yang bisa bertahan daripada serangan kutu ikan. Obat kutu ikan bisa dibeli ditoko perlengkapan ikan seharga 20ribuan. Tapi sejauh ini walau udah diobatin tetep aja kutunya masih ada. Yang penting rajin ngecek ikannya aja, kalo ada kutunya tinggal diambil pake kuku tangan.

Ikan koi milikku tinggal tiga doang, lainnya tombro, maskoki dan komet. Dulu jika beli ikan (baru) ikan yang lama malah mati semua. Sepertinya ikan dari pedagangnya ga steril ada kutunya. Baiknya kalau beli ikan dikarantina dulu di akuarium atau kolam lain. Takutnya ikan tadi ga sehat dan malah membawa penyakit pada ikan lain. Setelah terbukti sehat tinggal cemplungin dikolam utama. Sayang banget kan kalau ikannya mati. Uang puluhan atau ratusan ribu bisa melayang.

Ikan koi sebenarnya mampu berumur panjang. Di Jepang ada koi bernama Hanako ( 226 tahun) ia lahir 25 tahun setelah declaration of independence nya Amerika. Ya deklarasi kemerdekaan Amerika ditulis Thomas Jefferson 250 an tahun silam. Tetapi sayang Hanakonya sekarang udah kembali ke rahmatullah. Sebagai penutup penulis akan memberikan petikan declaration of independence. ”That all men are created equal, that they are endowed by their Creator with certain unalienable rights, that among these are life, liberty and the pursuit of happiness”. (Semua manusia diciptakan sama & bahwa tiap-tiap manusia itu diberi oleh Tuhan beberapa hak yang tak dapat dirampas yaitu hak hidup, hak kebebasan & hak mengejar kebahagiaan).

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s