Patah Hati Terhebat

Aku menulis ini terinspirasi Novel Koala Kumalnya Raditya Dika. Pada bait patah hati terhebat pada novel tsb menceritakan tentang kegalauan Bang Dika. Aku kira artis terkenal serta punya banyak uang, ga mungkin patah hati dikecewain cewek dan ternyata aku keliru. Aku mengerti sekarang, semua manusia bakalan mengalami patah hati ataupun sakit hati sepanjang hidupnya.

Aku yakin hatiku ini lebih besar 10cm daripada cowok-cowok lain di luar sana. Aku SEKUAT Gunung Merbabu dan SEKOKOH Gunung Semeru. Sementara cowok lain seperti butiran debu. Hahaha bercanda kok (Aku ga mau menjadi buronan nomor satu para cowok di bumi ini arrgghh..!!) Aku bersyukur punya kepribadian introvert. Berkat itu aku jadi pandai mengelola emosiku dengan baik. Dengan sikap introversi ini, sefrustasinya hatiku aku masih mampu menenangkan diri. Aku cukup mengambil pena dan mengeluarkan segala emosiku dengan cara yang positif. Ya benar, aku menggambar untuk menenangkan pikiran. Setiap goresan-goresan pena ibarat segala masalahku, sambil menarikan penaku diatas kertas aku juga memikirkan pemecahan masalahku. Saat sebuah karya seni sudah jadi hatipun menjadi lega.

Terlatih patah hati itulah panggilanku. Aku pernah diputusin cuma via sms dibuang layaknya sampah, aku pernah nembak ga dijawab serta penolakan demi penolakan, akupun pernah putus dengan gebetan (durung jadian wes dadi mantan wkwkwk ) Ya benar, Aku pernah menantinya dengan penuh harap, tapi dia jadiannya malah sama orang lain. Aku juga pernah dijadikan orang ketiga ataupun barangkali cuma dijadikan fansnya ya ?”.  Aku seringkali bertukar cerita tentang hal seperti ini pada para sahabatku. Kami pun hanya menertawakannya bersama, kami juga sependapat bahwa sudah lumrah anak muda mengalami kejadian kejadian konyol tadi. Ada pepatah dari negeri seberang begini isinya ”When someone doesn’t love you, wish them happiness anyway. Don’t feel unfair or hate them. Leave them. They lose someone who loves them. You lose someone who doesn’t love you”. Kira-kira artinya begini (Ketika seseorang tidak mencintaimu berharaplah ia bahagia. Jangan merasa ini ga adil ataupun malah membencinya. Tinggalkan dia. Dia telah kehilangan seseorang yang mencintainya. Sementara kamu kehilangan seseorang yang tidak mencintaimu).

Hidup kita itu sebaiknya ibarat bulan & matahari. Dilihat orang atau tidak, ia tetap bersinar. Dihargai orang atau tidak ia tetap menerangi. Diterimakasihi atau tidak ia tetap berbagi, begitu kata Bob Sadino. Sesakit apapun patah hati itu, sejauh apapun jarak yang memisahkan kita tetapi cinta masih bisa tersenyum. Walau tak lagi berhubungan dengan mantan pacar/gebetan. Aku masih bisa mencintai dari jauh, seperti lirik lagu MCR ”I dont love you like i did yesterday” tetapi aku tidak mencintaimu seperti aku mencintaimu kemarin. Sesekali aku masih bisa melihat kabar mereka dari fb atau instagramnya dan berharap supaya mereka bahagia walau tidak denganku (dalam hati sakit sebenarnya). Aku percaya bahwa ga ada perbuatan yang lebih indah melebihi ketulusan yang sesungguhnya. Aku bisa mengikhlaskan tetapi ga mampu untuk melupakan. Ra pengen nglalekne yoan, nek gur nglalekne rarungo yen ketemu akhire yo dadi kelingan neh. Oh taukah kamu bagaimana perasaanku ?? Ya benar, di Solo sedang musim panas tetapi hatiku berada di musim dingin. Terkadang bagai cahaya terang yang menelan kegelapan aku bisa melupakan mereka begitu saja. Beberapa kali aku berhasil move on dan cintaku bersemi kembali.

Patah hati terhebatku terjadi pada malam itu. Walaupun udara malam terasa panas tetapi beliau menggigil kedinginan. Aku menyelimutinya dan beliau meminta dibuatin telor ceplok. Makannya begitu lahap tak seperti orang yang sedang sakit. Besoknya kami membawanya ke Rs Dr. Moewardi Solo. Tetapi sesampainya disana 10 menit kemudian hatiku hancur, air hangat meleleh dikedua pipiku. Innalillahi wainalillahi rojiun. Aku memang sudah dewasa tetapi aku merasa seperti anak kecil. Tahukah kamu ? Anak kecil tidak mengerti arti perpisahan selamanya. Aku sekarang baru sadar Grandma telah meninggalkanku untuk selamanya.

Referensi

1. Koala Kumal by Raditya Dika

2. Kata Mutiara Bob Sadino

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s