Anak Anak Lelah Dunia Modern

Bagi yang lahir tahun 90an atau bagi kamu generasi dekade sebelumnya pasti menyadari hal ini. Ya benar, kamu mengalami transisi teknologi yang pesat. Mungkin saat SD dahulu kamu bisa begitu bangganya menunggu Kereta Api lewat dan berhasil mlindesin paku. Atau mungkin kamu bakalan teriak teriak kegirangan saat burung besi melintas di atasmu. Eh PESAWAT…PESAWATT…!! begitu serumu. Ya dan aku juga begitu senangnya saat ngajarin turis korea/china lagu gundul gundul pacul. What is Gundul ?? Tanya mereka heran. Gundul is not have hair..begitu jawabku di Bali dulu. wkwkwk.. Dengan ucapan bahasa inggris kelas nyamuk dan penjelasan isyarat bahasa tubuh, mereka mengikuti nyanyianku dengan bertepuk tepuk tangan. Oh masa kecil yang indah.

Oke balik lagi ke masa kini. Bila kamu suka kartun Doraemon pasti mengerti bahwa tokoh Nobita merupakan ”Anak Lelah”. Sungguh kasihan anak yang terlahir di jaman android ini. Bagaimana tidak ? dimana mana dicekokin lagu galau orang dewasa. Mereka lebih hafal lagu dewasa daripada lagu anak anak dan lagu dolanan (karena sudah jarang lagu anak sekarang ini). Mereka lebih menikmati lagu pop yang menyayat hati daripada keceriaan lagu gundul gundul pacul. Mereka lebih suka maen tablet android daripada keseruan bermain layangan. Mereka juga tak mengerti bagaimana membuat rambut menjadi pirang alami ?? Bila masa kecilmu seorang atlet layangan pasti tau, terik mentari yang menyengat akan membuat rambutmu kemerahan. Hohohoho…

Bila diperhatikan jalan cerita Doraemon begini. Nobita si anak lelah dijahili oleh jayen dan suneo lalu dia merengek pada Doraemon. Kemudian Doraemon memberinya berbagai peralatan canggih masa depan. Saat Nobita sudah berhasil membalas dendam, nobita akhirnya kualat sendiri dan bosan dengan alat-alat Doraemon. Pelajaran apa yang bisa kita petik dari kisah Doraemon tadi ? Yup, memiliki barang nan mewah dan canggih belum tentu membuat kita hidup senang atau bahagia.Simplicity is the ultimate sophistication. (Kesederhanaan adalah keMODERNnan yang sesungguhnya) begitu kata Leonardo Da Vinci. Kemewahan yang sebenarnya adalah saat kita mampu bahagia sekalipun dengan hal-hal yang sederhana.

Yah Aku sebenarnya juga ”anak lelah”. Alasan orang dewasa menyukai Doraemon karena mereka adalah anak lelah. Tokoh Nobita ”si anak lelah” adalah cerminan diri mereka sendiri. Dengan melihat serial Doraemon ibarat melarikan diri sejenak dari dunia nyata yang melelahkan ini. Sebagai penutup penulis akan mengutip wejangan dari om Bob Sadino. Semoga bermanfaat bagi kalian anak-anak lelah.

”Membawa selusin bodyguard bukan jaminan keamanan. Tapi rendah hati, ramah, dan tidak mencari musuh, itulah kunci keamanan”.

”Obat dan vitamin bukan jaminan hidup sehat. Jaga ucapan, jaga hati, istirahat cukup, makan dengan gizi seimbang dan olahraga yang teratur, itulah kunci hidup sehat”.

”Rumah mewah bukan jaminan keluarga bahagia. Saling mengasihi, menghormati dan memaafkan, itulah kunci keluarga bahagia”.

”Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup. Bersyukur, berbagi, dan saling menyayangi, itulah kunci kepuasan hidup”.

”Kaya raya bukan jaminan hidup terhormat. Tapi jujur, sopan, murah hati, dan menghargai sesama, itulah kunci hidup terhormat”.

”Hidup berfoya-foya bukan jaminan banyak sahabat. Tapi setia kawan, bijaksana, mau menghargai, menerima teman apa adanya dan suka menolong, itulah kunci banyak sahabat”.

”Kosmetik bukan jaminan kecantikan. Tapi semangat, kasih, ceria, ramah, dan senyuman, itulah kunci kecantikan”.

”Satpam dan tembok rumah yang kokoh bukan jaminan hidup tenang. Hati yang damai, kasih dan tiada kebencian itulah kunci ketenangan dan rasa aman”.

”Hidup kita itu sebaiknya ibarat ”bulan & matahari”. Dilihat orang atau tidak, ia tetap bersinar. Dihargai orang atau tidak, ia tetap menerangi. Diterimakasihi atau tidak, ia tetap berbagi”.

”Jika Anda bilang Anda susah, banyak orang yang lebih susah dari Anda. Jika Anda bilang Anda kaya, banyak orang yang lebih kaya dari Anda. Di atas langit, masih ada langit. Suami, istri, anak, jabatan, harta adalah “titipan sementara”.Itulah kehidupan”.

”Nikmatilah hidup selama Anda masih memilikinya dan terus belajar untuk bersyukur dengan keadaanmu. Karena Anda tidak akan tahu kapan Sang Pemilik Raga akan datang dan mengatakan pada Anda, “Ini saatnya pulang” memaksa Anda meninggalkan apa pun yang Anda cintai, dan Anda banggakan, serta sombongkan”.

Referensi.

1. Komik Doraemon by Fujiko F. Fujio

2. Kata Mutiara Bob Sadino

3. Davinci Quote

Iklan