Psikologi Pengamatan

Aku bersyukur punya rasa ingin tau yang besar. Terkadang apabila aku melihat sobekan kertas dijalan, aku tak ragu buat memungut dan membacanya. Oh tapi janganlah memberiku lembaran-lembaran bullshit saat di lampu merah. Ya benar, aku akan langsung membuangnya, bahkan dihadapan orang yang ngasih. Kalau ada lembaran iklan terapi kesehatan yang ngaku-ngaku bisa nyembuhin penyakit lumpuh, stroke, jantung, kebutaan, ginjal dan penyakit jomblo (Ehh…). Itu pasti bohong belaka, karena bila beneran bisa nyembuhin ga mungkinlah diiklanin sampe sebegitunya. Toh orang-orang bakalan berbondong-bondong kesana.

Dimanapun banyak hal omong kosong. Bila kamu sering liat iklan di Tv. Kamu mungkin menyadari hal ini. Iklan merupakan walking hypnosis (hipnotis berjalan) cara kerja iklan adalah membuat orang yang melihatnya merasa dirinya serba kurang lalu akhirnya membeli produk tsb. Gini lho, kamu harus pake produk ini dulu biar keliatan cakep, harus minum ini dulu lho biar seger. Ga cuma iklan yang mengeksploitasi pikiran kita. Masyarakat juga suka mengeksploitasi hati kita.

Kamu tak akan bahagia bila masih dengerin omong kosong dari masyarakat. Beli motor baru ada yang bilang kurang bagus, lalu kamu pengen ganti motor lagi. Beli Hp baru ada yang bilang ga keren, lalu kamu ganti baru lagi, begitu seterusnya punya barang apapun pasti ada yang nyacat. Punya cewek baru ada yang bilang kurang cantik, lalu kamu nyari cewe lagi. Udah gila kali ya…

Orang yang menggantungkan kebahagiaannya pada orang lain hidupnya ga bakalan tenang. Apalagi kamu yang bahagianya ditentukan oleh omongan masyarakat. Orang seperti itu sangat menyebalkan, Bagaimana tidak ?? Dia cuma pake topeng belaka, dia penuh kepalsuan, bahkan ekstrimnya orang kayak gitu bisa nyari hutang kesana kemari sampe membabi buta, demi membeli barang mahal agar terlihat kaya dimata masyarakat. Kamu pasti mengenal orang dengan ciri diatas dan tentu kamu ingin menendang pantatnya. Kamu juga ingin menceburkannya di kolam Balekambang Solo dan jika kamu berdarah dingin, mungkin kamu akan melemparnya ke Bengawan Solo. Semua ini kamu lakuin karena sudah muak dengannya, semua hutangnya padamu ga dibayar-bayar. Tetapi orangnya masih bisa foya-foya.

Sekarang udah jarang orang yang jadi dirinya sendiri apa adanya. Semua penuh kepalsuan, memakai Topeng-topeng. Menurut Anthony Dio Martin seorang pakar EQ di Indonesia. Ada 7 macam topeng kehidupan yang dipakai orang-orang. Topeng Kehidupan digunakan seseorang untuk menutupi kekurangan-kekurangan, ketidakberdayaan, identitas diri yang gelap & ancaman perasaan tak aman. Seseorang tsb akan tampak tidak sewajarnya karena mental dan keaslian dirinya telah terkontaminasi.

Topeng Kepemilikan. Topeng ini digunakan karena ketakutan tidak diterima, takut dihina, takut dicap negatif dan merasa tidak aman apabila tidak memiliki benda-benda tertentu. Guna menutupinya, maka digunakanlah benda/materi secara berlebihan (pakaian, perhiasan, rumah,mobil, barang mewah, dsb).

Topeng Intelektualitas. Biasanya tipe orang yang menggunakan topeng ini lebih suka menggunakan titel atau embel- embel pendidikan secara menyolok, rela membeli titel, suka menggunakan istilah asing tidak pada tempatnya, tidak mau hadir memenuhi undangan bila salah atau tidak ditulis titelnya secara lengkap.

Topeng Sosial. Ciri dari pengguna topeng jenis ini yakni merasa terobsesi membangun status sosial tinggi, memilih-milih dan hanya mau berteman dengan orang yang berstatus sosial lebih tinggi, selalu berusaha masuk dalam kelompok yang bergengsi, suka membanggakan rekan yang berpangkat tinggi.

Topeng Moral. Ciri pengguna topeng jenis ini adalah berusaha tampak saleh (sok suci), suka bersembunyi dibalik ayat-ayat suci padahal perilakunya bertentangan dengan itu dan suka berkotbah padahal dirinya sendiri tidak melaksanakannya.

Topeng Impresif. Dengan menggunakan topeng ini biasanya orang berusaha memberikan kesan positif dengan berusaha tampil hebat, berpura-pura murah hati, suka mengumbar janji, suka publisitas, pandai bersandiwara untuk memberikan kesan hebat, memberi kesan sebagai penolong atau teladan dan gelisah bilamana kesan hebat itu hilang.

Topeng Jabatan. Pengguna jenis topeng ini lebih suka membanggakan jabatan yang dimilikinya, berusaha mendapat perlakuan khusus didepan umum, berusaha tampil superior, suka membagi-bagikan kartu nama, menyepelekan orang yang jabatannya lebih rendah, minta dipatuhi, suka menghalalkan segala cara, tidak suka bergabung dengan orang yang berpangkat lebih tinggi daripada dirinya dan suka mendominasi pembicaraan.

Topeng Seksualitas. Pengguna jenis topeng ini suka memperalat seks untuk pemenuhan egonya, menggunakan daya tarik seksual untuk memanipulasi orang lain dan akhirnya mengorbankan orang tersebut. Hal ini disebabkan karena merasa tidak aman dengan kondisi fisik dan non fisik dirinya, minder akan tubuhnya, kesulitan untuk mencintai tanpa syarat, tidak percaya akan ketulusan orang lain. Curiga bahwa orang lain akan mengambil keuntungan dari dirinya, terobsesi menguasai orang lain dengan daya tarik fisiknya dan kehausan dipuji karena sensualitas fisik yang dimilikinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s