Bicara Soal Buku, Wanita Dan Indonesia

lukisanbungkarnobyronaldsimanullang
*Ket Foto : Pevita Pearce & Lukisan Bung Karno by Ronald Manullang (sumber : google)

Lama rasanya ga baca buku, terakhir membaca dibawah bendera revolusinya Bung Karno. Itupun belum kelar kubaca sampe sekarang. Buku memang tak tergantikan walau seiring bergantinya zaman, sungguh lebih enak baca buku daripada baca ebook.

DBR (Dibawah Bendera Revolusi) hanya kubaca via ebook, nyari bukunya juga pasti sulit. Membaca ebook ga nyaman sekali, mataku ga kuat berlama-lama mantengin smartphone. Sekilas membaca DBR aku jadi mengerti kalo Bung Besar kita seorang jenius. Bagaimana tidak ? Saat membaca bukunya aku harus brenti sejenak untuk mengartikan kalimat/istilah yang ga kupahami, itu menandakan betapa luasnya wawasannya dan betapa sempitnya wawasanku hiks hiks. Aku sampe harus googling dulu ngartiin istilah yang asing itu. Bahasanya juga masih ejaan van ophuysen, itu lho yang ”OE” dibaca ”U”.

DBR merupakan kumpulan tulisan Bung Karno ditahun 1928 pada majalah Suluh Indonesia Muda, itu berarti beliau masih 27 tahun. Keren ya ? diusia segitu udah menguasai banyak bahasa asing (poliglot) & wawasannya juga luas.

Aku juga pengen jadi poliglot. Pasti menyenangkan bisa berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai belahan bumi. Aku nyesel udah nyia-nyiain waktuku seharusnya aku udah menguasai bahasa Inggris sejak dulu. Wah klo bisa tentu bahan bacaanku jadi nambah. Yang biasanya mantengin KOMPAS.com nanti beralih BBCnews. Itulah kiranya motivasiku untuk mempelajari B.Inggris biar bisa nambah wawasanku.

Yang jenius menaklukkan dunia…!!! Itu bukanlah omong kosong belaka sebab Ilmu memang penting, mungkin karena hal itu pada masa penjajahan para inlander (rakyat pribumi) dilarang sekolah. Waktu itu cuma kaum ningrat & orang tertentu yang boleh sekolah. Namun kita bukan inlander lagi seperti kata para Belanda tolol itu. Aku percaya Allah terlalu menyayangi kita. Ya benar, kalo saja Belanda menjajah ditahun ini, yang alatnya sudah serba modern dan canggih tentu kekayaan alam kita bisa habis tak tersisa. Maha Besar Allah, negara lain tentu iri melihat kebesaran negeri ini ”Lihatlah negeri kita yang subur dan kaya raya, sawah ladang terhampar luas samudera biru” begitulah penggalan lagu Marjinal.

Aku begitu suka dengan negeri ini, pemandangan bak Surga. Wanitanya juga cantik-cantik. Kalo ga percaya pandanglah Raline Shah, oh dia memiliki paras secantik rembulan. Dengerlah juga lagu-lagu Raisa, oh dia memiliki suara yang merdu bagaikan seorang Dewi. Lihatlah juga Pevita Pearce, oh dia memiliki senyuman seindah matahari terbenam. Begitu indahnya makhluk ciptaanmu ya Tuhan. Aku percaya Tuhan yang dapat menciptakan makhluk yang indah seperti wanita adalah Tuhan Yang Maha Besar. Allahu Akbar..

Oh one more. Satu hal lagi, kira-kira baru 57 buku yang rampung kubaca. Aku juga hobi blog walking dapet 3455 artikel yang kubaca di google. Aku suka buku-buku novel detektif, sherlock holmes, poirot. Tapi yang paling kusuka Novel Arinillah (perlihatkan Allah padaku) karya Taufiq El Hakim. Novel ini cukup berbahaya bagi yang lemah imannya jadi harus hati-hati menyerapnya. Kalo di Indonesia novel tersebut berjudul dalam perjamuan cinta. Aku akhir-akhir ini nyari novel itu di almariku tapi sayang ga ketemu. Padahal pengen membacanya lagi, aku suka gaya tulisannya yang menurutku keren. Tapi aku akan membaca buku apapun itu walau bukan minatku. Targetku toh memperluas wawasan. Sekian dan terima gaji.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s