Kisah Nabi Yang Ummi

nabiyangummi*Ket Foto : Kaligrafi Rasulullah (sumber : Google)

Sebelum kita membahas Baginda Rasulullah, mari kuajak melompat sejenak ke masa lalu. Yak Berhitung mundur tiga..dua…satu & Huplaaa… Sampai.. !! ”Kata guruku SMK Muhammadiyah 1 Solo dulu, Hey murid-muridku cara terbaik belajar sesuatu adalah dimulai dengan diskusi ?”

Tentu tahap awal dalam berdiskusi adalah mengajukan sebuah pertanyaan. Oke balik lagi ke masa kini, tulisan ini akan kita bagi menjadi susunan bab dan tiap bab berbeda pembahasannya.

BAB PERTAMA. Kenapa Al-Qur’an diturunkan kepada bangsa Arab dan bukannya bangsa Israil ? Yok mari kita menjabarkannya bersama. Kita semua tau bahwa Bangsa Arab & Israil itu saudara. Nabi Ibrahim memiliki dua orang putera yakni Ismail dan Ishak yang dilahirkan oleh kedua isterinya (Hajar & Sarah). Bangsa Arab merupakan keturunan Ismail & Bangsa Israel merupakan keturunan Ishak. Memang benar wahyu Allah sebelumnya hanya diturunkan kepada bani Israil tetapi Al-Quran kok enggak ? Untuk menjawabnya kita akan mengutip dari Injil. ”Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini (Musa). Aku akan menaruh firmanKu dalam mulutnya dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.” (Kitab-Ulangan 18:18)

Penekanannya ada dikata ”dari antara saudara mereka”. Siapakah saudara Musa ? Siapakah saudara Isa ? Musa dan Isa orang Israel ? Orang Israil bersaudara dengan Orang Arab karena Ismail (dilahirkan Hajar) & Ishak (dilahirkan Sarah) memiliki ayah yang sama yakni Ibrahim, ini artinya mereka berdua kakak adik. Dari antara saudara mereka, berarti maksud ayat diatas adalah Muhammad bin Abdullah (Bangsa Arab keturunan Ismail).

BAB KEDUA. Kenapa Muhammad bin Abdullah tidak bisa membaca & menulis (Ummi) ? Untuk menjawab ini lagi-lagi kita akan mengutip dari Injil. ”Dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan, ”Baiklah baca ini, saya berdoa untuk kamu” maka ia akan menjawab ”Aku tidak dapat membaca” (Kitab-Yesaya 29:12)

Begini detik-detik turunnya Al-Qur’an. Saat itu malam ke 17 bulan Ramadhan, Muhammad bin Abdullah berusia 40 tahun. Beliau sedang berada di Gua Hira kira-kira 3 mil dari kota Mekah. Rohul Kudus (Malaikat Jibril) mendatanginya dan memerintahkannya dalam bahasa daerahnya (Arab) ”Bacalah”. Beliau (Muhammad bin Abdullah) ketakutan dan mengatakan ”Aku tak bisa membaca” Jibril lalu memerintah lagi ”Bacalah” lagi-lagi dijawab sama seperti tadi ”Aku tak bisa membaca.” Untuk yang ketiga kalinya Jibril melanjutkan. Barulah Muhammad bin Abdullah memahami apa yang harus dilakukannya. Ia mengulangi kata-kata yang ditaruh dalam mulutnya. ”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengaajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS Al-Alaq : 1-5)

BAB KETIGA. Apakah keistimewaan Rasulullah dibanding Nabi yang lain ? Allah sangat mengistimewakan Rasulullah. Bila Allah menurunkan sebuah wahyu Al-Qur’an, Allah tak akan menyebut Rasulullah ”Hei Muhammad”, tetapi Allah akan berfirman ”Hei Nabi” atau ”Hei Rasul”. Para sahabat bahkan diperintahkan untuk merendahkan suaranya apabila berbicara dengan Rasulullah SAW.

BAB KEEMPAT. Apakah Muhammad Rasulullah SAW orang biasa ? Oh tentu bukan, Nabi kita adalah seorang Raja. Ya benar, seorang Raja bukan berarti harus memakai mahkota. Apabila seseorang mempunyai hak untuk memberikan hukuman mati berarti dia adalah Raja. Contohnya Presiden kita Pak Jokowi, beliau punya hak prerogatif untuk mengampuni atau mengeksekusi terpidana gembong narkoba berarti Pak Jokowi juga Raja tanpa mahkota. Ah sayang sekali kita sudah berada di penghujung tulisan. Satu artikel saja tak akan cukup untuk menceritakan kebesaran Rasulullah SAW.

Oh one more (satu hal lagi). Oh iya dipenghujung artikel biasanya aku akan menulis ”One More”. Aku cuma ikut-ikutan mendiang Steve Jobs. Hehe.. Sebab bila presentasi peluncuran produk apple Steve Jobs dipenghujung acaranya akan berkata ”Oh One More”. Maaf malah ngelantur membahas Steve Jobs ? Taukah kamu ayah biologis Steve Jobs adalah imigran muslim asal Suriah. Tanpa imigran Suriah tentu takkan ada Iphone yang fenomenal seperti sekarang ini. Begitu anehnya kalo Presiden Amerika melarang imigran muslim (suriah dll) masuk Amerika. Sampe segitunya ya membenci muslim ? Negara adidayamu memang bisa berbuat semena-mena sekarang. Tapi ingatlah bila Almasih putera Maryam turun lagi kedunia, maka kamilah yang akan menguasai sepenuh bola bumi…!!! Karena sebenarnya Taurat, Injil dan Al-Qur’an adalah satu cahaya. Isa Almasih kelak akan mengikuti syariat Nabi Muhammad Saw.

Referensi :

1. Al-Qur’an dan Injil
2. The Choice by Ahmed Deedat
3. Steve Jobs by Walter Isaacson

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s