Masa-Masa Mawas Diri

sangiran.jpg*Ket Foto : Ady at Sangiran

Wejangan dari orangtua itu ibarat seorang seniman yang sedang memahat di batu. Bakalan membekas dihati segala nasehatnya. Begini nasehat ibunda padaku ”Kwe nakal rapopo le.. sing penting radadi wong bodho, yen pinter ngko kandanane luweh gampang.” Aku butuh waktu hamper 2 dekade untuk bisa memahami wejangan ibuku tadi. Maksudnya supaya kita banyak belajar, karena yang haus ilmulah nanti yang yang dapet suatu hidayah. Yang haus ilmulah bakalan sukses. “Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan” begitulah nasehat imam syafi’i

Menurut psikologi membaca dapat mengubah mindset/pola pikir seseorang, apabila mindsetnya berubah maka perilakunya juga berubah. Mungkin itulah kenapa Allah menurunkan ayat-ayat suci yang berisi pelajaran dari kisah orang-orang terdahulu. Supaya manusia dapat merenungkan hikmahnya dan menuju ke arah perubahan yang lebih baik.

Aku sudah mulai menata hidupku, karena kelak aku adalah calon Bapak. Haduh kok aku jadi horor ya ? Rasanya aku belum siap. Memang benar aku udah pengen punya anak tapi aku belum pengen punya isteri. Hadeh kalo belum punya isteri ? Gimana punya anak ? Gile lu ndro

Kini Aku mengurangi hal-hal yang kurang manfaat. Aku tak lagi tongkrongan sampe larut malem. Belakangan ada temen yang protes ”Wah kowe koyo DPR dijak ketemu susah”. Maaf kawan, engkau pasti merindukan wejangan-wejangan bullshitku. Entah kenapa kalian suka ngomongin soal cewek, padahal belom punya cewek. Kalo Raditya Dika bilang ”Kita ini fakir-fakir asmara tetapi bukan pengemis cinta” Oh aku tau perasaan mereka. Aku juga pernah diposisi seperti itu, ngarepin cewek yang ga peduli setan sama Aku. Aku belajar bahwa kita ini harus bisa menghargai pilihan orang lain. Bila ia memilih tidak membuka hati yaudah. Gausah dipaksa, lebih baik menghilang dari hidupnya. Toh dia akhirnya bakalan ngerti mana orang yang beneran tulus mencintainya.

Semakin kita dewasa maka tanggung jawab juga makin besar, terlebih bila kamu seorang pria. Pria adalah pemimpin sebagai pemimpin harus berkarakter kuat dan memiliki emosi yang stabil. Bila pemimpinnya tukang ngeluh ntar orang yang dia pimpin bisa-bisa malah bunuh diri. Aku memang belum menjadi pemimpin yang baik sekarang. But ”No sacrifice is wasted”, begitulah Sir Oliver Lodge berkata. Ya benar, tak ada pengorbanan yang sia-sia. Yang penting udah ada niatan buat berubah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s