Mengisi Lubang Di Hati

danbo-1863366_960_720.jpgMotivasi itu ibarat sarapan pagi. Bila kamu melupakan sarapanmu maka badanmu lemas tak bertenaga. Begitu juga dengan motivasi ? Bila kamu lupa memotivasi dirimu, maka kamu bisa kurang bersemangat menjalani hari. Begitulah kira-kira yang terjadi padaku, aku sedang terdemotivasi. Pekerjaanku juga menjadi kurang produktif. Ah sial

Aku pengen punya rumah ? Entah kapan aku bisa membelinya. Dengan tabunganku yang sekarang, yang bisa kubeli adalah omah tawon hiks hiks. Memikirkan berbagai hal yang belum kita miliki akan menyebabkan suatu lubang dihati. Karena kita jadi lupa untuk bersyukur. Semakin tidak bisa bersyukur maka semakin muram rasanya dihati.

Oh aku membenci kata ”miskin”. Aku akan menyebut ”rakyat kecil” sebagai pengganti kata ”miskin”. Banyak orang penjilat disana-sini, bila kamu orang kecil maka kamu cuma dipandang sebelah mata, diremehkan dll. Namun apabila kamu orang berada, mereka akan menjilat padamu. Hidup memang seperti itu, aku udah kenyang diremehkan. Uwong i angger ngremehne aku yo brarti level’e do dibawahku.

Seorang temanku saking muaknya dengan kegilaan ini. Sampe berkata ”Wah hujan emas seru nih ?” Andaikan Hujan Uang ?” betapa odongnya temenku ini ? Kalo beneran hujan emas ? Nanti kita mau ngejual emasnya kemana? Lha wong tiap orang udah memiliki emas. Andaikan juga hujan uang ? tentu tiap orang punya banyak uang ? Lalu kemana kita akan bersedekah. Menjelang hari kiamat kelak, apabila Almasih Putera Maryam turun lagi kedunia. Maka setiap orang akan memiliki cukup banyak harta, sehingga ga ada yang mau menerima sedekah dari oranglain lagi.

Allah memang Maha Bijaksana. Orang nomer satu di Indonesia tentu terlahir dari rakyat kecil. Bila Presiden kita tak pernah merasakan hidup melarat, tak pernah serba kekurangan ? Apa ya bisa memahami perasaan kami ini. Para pemimpin kami memang benar muncul dari rakyat biasa. Bung Karno terlahir serba kekurangan bahkan ibundanya tak mampu membeli beras dan memilih membeli padi untuk menghemat beberapa sen uangnya. Sehingga Sukarno kecil harus menumbuk padi dulu setiap paginya. Presiden Suharto juga terlahir dari petani kecil. Pak Harto kecil hidupnya harus berpindah-pindah karena orangtuanya bercerai. Ada nasehat bijak dari Pak Harto. Sa-Sa-Sa Sabar atine, Saleh pikolahe, Sareh tumindake. Presiden kita yang Sekarang juga sama. Pak Jokowi adalah anak seorang tukang kayu, rumahnya dibantaran sungai. Memikirkan pemimpinku membuat kepercayaan diriku membumbung lagi, hal ini telah mengisi lubang-lubang di hatiku..

Kita bergerak karena kesengsaraan kita, kita bergerak karena ingin hidup lebih layak dan sempurna. Kita bergerak tidak karena “ideal” saja, kita bergerak karena ingin cukup makanan, ingin cukup pakaian, ingin cukup tanah, ingin cukup perumahan, ingin cukup pendidikan, ingin cukup meminum seni dan cultuur, pendek-kata kita bergerak karena ingin perbaikan nasib. *KutipanDibawahBenderaRevolusi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s