My Forbidden Feelings

9985deb4da685eefab5736df3239ac0a.jpgEntah apa itu cinta ? Kadang deg-degan, kadang melamun, kadang senyam-senyum sendiri apakah itu cinta ? Ataukah gila sendiri ? Memang sungguh indah perasaan cinta itu. Aku pernah waktu SD dulu sampe gowes (pit-pitan) hanya untuk melihat rumahnya, kulihat si cewek pujaanku main engklek di latar rumahnya. Sebelum kulanjutkan tulisanku, ”engklek” itu bahasa Indonesianya apa ya ?

Oh iya dia masihlah gadis kecil waktu itu. Kukayuh sepedaku dengan semangatnya. Saat putaran pertama dan kedua, kupandangi dirinya. Dia masih asyik dengan permainannya. Nah yang putaran ketiga dia memergokiku, lalu ia bersembunyi dibalik pohon. Terhitung 3x aku mengelilingi rumahnya. Namun kini perasaanku telah tersampaikan. Walau aku nyatainnya berpuluh tahun kemudian. Saat udah duduk dibangku kuliah aku baru nyatain perasaanku. Walau akhirnya ditolak. Cerdas banget nolaknya ? Dia bilang ”Jaremu aku dudu tipemu dy ?” Senenganmu rak sing Korea-Korea to. Aku tau dia sangat baik dan tak tega melukaiku Haha… Bener banget aku sangat mengagumi Park Min Young. Aku suka Yoona SNSD, Aku juga suka Song Hye Kyo. Aku ingin mengencani mereka semua.

Aku memang sangat mengagumi wanita. Bila cowok lain hanya berani melihat wanita dengan sudut matanya. Maka aku akan melihat wanita dengan seluruh bola mataku. Ya benar, hal itu pernah terjadi pada masa kuliah. Waktu itu dia dan ketiga temennya berjalan menyusuri kampus. Aku dari kejauhan menatapnya tanpa berkedip. Lalu ketiga kawannya memergokiku ? Mereka bertiga serentak menunjuk ke arahku dengan jari telunjuknya. Gadis pujaanku cuma mlengos begitu aja. Kamu pasti suka caraku melihatmu kan ?

Aku sebenarnya pengen punya cewek satu saja buat selamanya. Tapi hubunganku dengan wanita selalu singkat tak sebanding dengan pendekatanku yang lama. Aku belakangan ngiri dengan kawanku Riky dan Pujek. Bagaimana tidak ? Mereka bisa mempertahankan hubungan dengan ceweknya hingga bertahun-tahun, mungkin udah 5 tahun lebih mereka berhubungan. Betapa beruntungnya mereka ? Ceweknya sangat perhatian. Pernah suatu ketika cewek mereka menghubungiku. Nanyain polah tingkah cowoknya. Si Riky mau wes ngombe obat rung mas ? Si Pujek mau mlebu kuliah pora mas ? Heheh… beruntung sekali sobat-sobatku ini. Walau akhirnya para ceweknya dimarahin karena mereka bisa dapetin nomerku entah darimana. Kamu bisa menebaknya sendiri lah ?

Kini aku memiliki secercah harapan. Entah kenapa ? Walau nama akun fb/instagramnya begitu alay namun aku menyukainya. Cuma melihat nama akunnya ? Aku bisa memahami tingkat kedewasaannya. Ia orang yang ga mudah dideketin, diajak ketemuanpun begitu. Berulang kali kuketuk pintu hatinya namun tak terdengar suatu jawaban. Tapi dia kadang masih ngelike dan ngomen statusku, itu yang bikin aku jengkel. Aku kan jadi gagal move on ? Aku jadi trauma fesbuk sepertinya ? Rasanya seolah dia ingin membuatku menetap walau dia tak mengharapkanku. Sikapmu memang sungguh jahat dan akupun juga sama sepertimu. I am bad ”just like you are”, and in the same manner that you are good ”just like I am”. Kami ini sepertinya orang baik yang jahat ?

Ah sudahlah kunikmatin aja perasaan berbunga-bunga ini sebelum layu. Aku toh tak harus melupakannya, Aku hanya harus melangkah kedepan. Sekali lagi, aku tak harus melupakan, aku hanya harus melangkah kedepan. Aku akan tetap mencintainya semampuku dan kunikmati perasaan bahagia yang cuma sebentar ini. Dulu aku sering nongkrong dikantin deket kosnya. Karena Aku berharap bisa melihatnya sewaktu dia pulang kerja dan berangkat kuliah. Namun hal itu tak mungkin bisa kulakukan lagi. Aku memang kuat menghadapi pemutusan dan penolakan. Tapi aku tak tahan menghadapi cinta yang tak tersampaikan. Ibarat sekeping koin, disatu sisi aku masih menyukainya disisi lain aku masih marah dengannya. Apabila kulemparkan koinku yang muncul sisi ”Marah” maka rasanya begitu menyesak di dada. Dan jika yang muncul sisi koin sebaliknya, maka aku sangat bersyukur karena itu hari terbaikku. My forbidden feelings…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s