Jauh Dimata Deket Di Quota

a_mirror_or_what_____by_belindacarlislefan-d37mzh9Setuju ngga kalo Aku bilang bahwa mantan itu bukan untuk dilupakan. Percuma juga melupakan lha wong nanti kalo misalnya ketemu dijalan rarungo dadi kelingan neh. Wkwkw.. Kamu pasti percaya kan bahwasanya dunia ini sempit, ini karena suatu saat kamu bakalan dipertemukan lagi dengannya. Gini lho, kamu biasanya akan bertemu mantan disaat melayat atau kondangan walau kemungkinannya bertemu 50% sih. Oh iya mantan disini bisa mantan partner atau mantan gebetan, biar hemat karakter.

Barangkali kamu penasaran kenapa Aku menyebutnya partner bukan pacar. Ya bagiku dialah calon teman hidupku dan akan menjadi teman seperjuanganku apabila kami ditakdirkan menikah. Mungkin kamu juga penasaran kenapa harus ada yang namanya perpisahan setelah adanya pertemuan. Justru perpisahanlah yang menjadikan pertemuan itu berharga. Jika perpisahan sudah terjadi kamu baru akan sadar kalo momen saat bersamanya itu sangatlah berharga. Sedih memang berpisah dengannya, tapi ada yang membuatku lebih sedih lagi. Yang bikin nyesek adalah saat aku harus berhenti memanggilnya dengan panggilan mesra, aku harus berhenti bilang met mamamm siang, aku harus berhenti merayunya dengan kata-kata gombal, aku juga harus berhenti bilang met bobok. Ah sial palingan yang bisa kulakuin ya cuma stalking walau itu hanya sesekali. Jauh dimata tapi dekat di quota. Entah kenapa apabila melihat fotonya yang sedang tersenyum hatiku merasa lega.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s