Resensi Buku DOORSTOOT NAAR DJOKJA (Julius Pour)

1209220_581018421954985_2125999531_n.jpgMemang benar Indonesia merdeka tahun 1945 namun perjuangan belumlah berakhir. Sebagian wilayah Nusantara belum berada dalam pangkuan NKRI. Bahkan hingga tahun 1963 Belanda baru melepaskan Irian Barat. Karena Agresi Militer Belanda 1 , pemerintahan Republik Indonesia yang masih bayi itu terpaksa harus dipindahkan sementara ke Djokja. Sejak itu Yogyakarta resmi menjadi Ibukota baru. Buku Doorstoot Naar Djokja ini bercerita mengenai Agresi Militer Belanda ke 2 dengan code name ”Operatie Kraai”(Operasi Burung Gagak) yang dipimpin Letjen Simon Spoor.

Begini pesan Presiden Sukarno kepada Panglima Besar Soedirman ”Dirman engkau seorang prajurit. Tempatmu di medan perang bersama pasukanmu. Tempatmu bukan tempat pelarianku. Aku harus tinggal disini dan mungkin bisa berunding untuk kita, serta memimpin rakyat kita.” Ya benar sekali, Bung Karno menolak mengungsi.

Mangil pengawal pribadi Bung Karno melukiskannya demikian. ”Bapak segera menganjurkan kepada Pak Dirman untuk ndhelik dulu, bersembunyi di dalam kota, agar bisa melanjutkan berobat. Sesudah sembuh baru nanti ke luar kota.” Namun anjuran tersebut ditolak Pak Dirman dengan alasan, ”Kalau sampai seorang Panglima Besar bisa ditangkap musuh, efek psikologisnya terhadap seluruh pasukan akan sangat berat & bakal meruntuhkan semangat perjuangan.”

Sidang darurat Kabinet dimulai, tiga hal berhasil dirumuskan :

Pertama
Presiden , Wakil Presiden dan para Menteri memutuskan tidak akan meninggalkan Djokja. Dengan pertimbangan tidak ada jaminan pengawalan yang memadai. Seandainya Presiden dan Wakilnya ditawan, mereka masih dapat berhubungan dengan KTN, lembaga pemantau genjatan senjata yang dibentuk dengan membawa mandat resmi Dari Dewan Keamanan.

Kedua
Wakil Presiden yang juga merangkap jabatan Perdana Menteri serta Menteri Pertahanan, akan menganjurkan lewat radio, semua anggota tentara dan rakyat agar melakukan perang gerilya.

Ketiga
Presiden Dan Wakil Presiden akan segera mengirim kawat kepada Menteri Kemakmuran Sjafroeddin Prawiranegara yang sedang berada di Boekittinggi untuk membentuk pemerintahan darurat, menyusun Kabinet baru sekaligus mengambil alih pemerintahan.

Sesudah peristiwa Doorstoot Naar Djokja, Ibukota Indonesia dikembalikan ke Jakarta lagi. ”Hal ini didokumentasikan dalam video Pidato Bung Karno Di depan Istana Negara kepada Rakyat Jakarta 1949 .”

Suasana depan Istana penuh pekikan MERDEKA…!! MERDEKA…!!
Bung Karno memulai pidatonya.
”Diam…Diamm..!!” (Semua rakyat langsung SENYAP)

”Saudara-saudara sekalian Alhamdulilah saya ucapkan di kehadirat Allah Subhanahuwata’ala, ini hari Aku telah menginjak lagi bumi Jakarta sesudah hampir empat tahun lamanya saya tidak bersua” (suara rakyat RIUH KEMBALI)

”Empat kali 365 hari, SAYA BERPISAH DENGAN RAKYAT JAKARTA LAKSANA RASANYAAA SEPERTI BERPISAH 40 TAHUNNNN SAUDARA-SAUDARA..!!” (Suara Rakyat Lalu BERGEMURUH)

”Kepada PEGAWAI, Kepada saudara- saudara MARHAEN, saudara-saudaraku TUKANG BECAK, saudara-saudaraku TUKANG SAYUR, saudara-saudaraku PEGAWAI YANG SEKECIL-KECILNYA, tidak ada satu yang terkecuali semuanya saudara-saudara, sampaikan salamku kepada saudara-saudaraku sekalian.” (suara Rakyat RIUH LAGI)

”Alhamdulillah, sekarang di halaman ini telah berkibar SANG DWI WARNA.” (suara rakyat BERSORAK SORAI)

”Benar SAUDARA-SAUDARA penyerahan kedaulatan ini adalah hasil daripada budi maksud yang baik, pengertian yang baik, antara Indonesia dan Belanda, antara Indonesia dengan dunia Internasional.”

”Memang kami berterimakasih atas budi itu. Sayapun pada saat sekarang ini SAUDARA-SAUDARA menyampaiken TERIMAKASIHKU kepada semua utusan-utusan agung.”

Referensi :

  • Doorstoot Naar Djokja by Julius Pour terbitan Kompas
  • Pidato di depan rakyat Jakarta1949
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s